BeritaBisnisUmumUtamaViral

Pemkot Malang Terima 200 Becak Listrik, Dorong Ekonomi Kerakyatan dan Wisata Ramah Lingkungan

Kemon.id, Malang – Kabar baik datang bagi para pengemudi becak di Kota Malang. Sebanyak 200 becak listrik resmi diserahkan sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong transportasi ramah lingkungan yang mendukung sektor pariwisata kota.

Pemerintah Kota Malang menerima bantuan 200 unit becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Penyerahan becak listrik tersebut dilakukan di halaman Balai Kota Malang dan disambut antusias para penerima manfaat.

Penyerahan secara simbolis dilakukan Ketua Umum Yayasan GSN Letjen (Purn) Teguh Arief Indratmoko bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, serta disaksikan Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin dan Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian dan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pengemudi becak yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 5 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta kelompok rentan lainnya.

Ia menilai bantuan becak listrik ini sangat berarti karena dapat meringankan beban pengemudi becak sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di Kota Malang. Selain itu, pemanfaatan becak listrik juga diprioritaskan untuk mendukung sektor pariwisata, sejalan dengan visi pembangunan Malang sebagai kota wisata yang ramah lingkungan.

Menurut Wahyu, becak listrik memiliki nilai tambah tersendiri bagi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara. Berkeliling kota dengan becak dinilai mampu menghadirkan pengalaman langsung menikmati suasana kota, destinasi wisata, serta keunikan Malang yang tidak ditemukan di negara asal wisatawan.

Untuk mendukung implementasi program tersebut, Pemkot Malang telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), asosiasi perjalanan wisata, PLN, perguruan tinggi, hingga PT Pindad.

Pemkot Malang juga tengah menyusun Peraturan Wali Kota sebagai dasar pengelolaan becak listrik agar tidak menimbulkan tumpang tindih kebijakan maupun potensi konflik di lapangan. Selain itu, akan dibentuk paguyuban becak listrik di bawah naungan Dinas Perhubungan Kota Malang sebagai wadah pembinaan, koordinasi, dan penguatan kapasitas para pengemudi.

Melalui program ini, Pemkot Malang berharap kehadiran becak listrik tidak hanya meningkatkan kesejahteraan pengemudi, tetapi juga memperkuat citra Kota Malang sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan dan berpihak pada ekonomi rakyat.

sumber: Infopublik.id

What's your reaction?

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *