Kemon.id, Jakarta – Indonesia mulai menandai langkah strategisnya di panggung internasional. Pemerintah resmi meluncurkan logo Keketuaan Indonesia pada Organisasi Kerja Sama Ekonomi Developing Eight (D-8) periode 2026–2027 sebagai penanda dimulainya komunikasi publik menuju KTT D-8 di Jakarta.
Pemerintah Republik Indonesia secara resmi meluncurkan logo Keketuaan Indonesia pada Organisasi Kerja Sama Ekonomi Developing Eight (D-8) periode 2026–2027. Peluncuran ini menjadi bagian awal dari rangkaian persiapan menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 ke-12 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada April 2026.
Peluncuran logo tersebut menandai dimulainya fase komunikasi publik Keketuaan Indonesia, sekaligus memperkenalkan identitas visual seluruh agenda dan kegiatan D-8 selama masa kepemimpinan Indonesia. Dalam keketuaannya, Indonesia mengusung tema “Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity”, yang merefleksikan komitmen memperkuat kerja sama negara-negara berkembang di tengah perubahan geopolitik dan geoekonomi global.
Secara visual, logo Keketuaan Indonesia D-8 menggabungkan simbol kompas Nusantara dengan cahaya penuntun atau jyoti. Elemen ini merepresentasikan arah, harapan, serta orientasi strategis Indonesia dalam memimpin organisasi. Delapan elemen berbentuk bintang yang tersusun dalam satu konfigurasi utuh melambangkan delapan negara anggota D-8, sekaligus mencerminkan tekad kolektif untuk memperkuat integrasi ekonomi, konektivitas, dan kemakmuran bersama.
Pemerintah berharap peluncuran logo ini dapat meningkatkan visibilitas D-8, baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, identitas visual tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman publik mengenai peran strategis Indonesia dalam mendorong kerja sama ekonomi di antara negara-negara berkembang.
Di tengah dinamika global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian, Indonesia menegaskan pentingnya diplomasi yang responsif dan adaptif. Prinsip ketahanan atau resilience menjadi fondasi utama dalam menjalankan diplomasi, termasuk melalui penguatan kerja sama ekonomi dan politik yang inklusif di berbagai forum internasional, salah satunya D-8.
Langkah ini sejalan dengan upaya Indonesia memperluas ruang strategis di kawasan Global South, memperkuat solidaritas antarnegara berkembang, serta menjadikan D-8 sebagai wadah perjuangan kepentingan bersama dalam menghadapi tantangan global yang saling terkait.
Sebagai Ketua D-8 periode 2026–2027, Indonesia berkomitmen mendorong kerja sama yang berorientasi pada hasil nyata dan berdampak langsung. Fokus keketuaan diarahkan pada penguatan interaksi ekonomi antarnegara anggota, penciptaan nilai tambah bersama, serta peningkatan keterlibatan komunitas usaha. Seluruh agenda tersebut ditujukan untuk menghasilkan manfaat konkret, berkelanjutan, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta pelaku usaha di negara-negara anggota D-8.
sumber: Infopublik.id
















