BeritaBisnisUmumUtamaViral

Pemda Belu Gandeng CD Bethesda YAKKUM Percepat Pengendalian HIV AIDS

Kemon.id, Atambua — Pemerintah Kabupaten Belu melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) bersama CD Bethesda YAKKUM memperkuat langkah percepatan pengendalian HIV dan AIDS. Penguatan kolaborasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor dan digelar di Aula BP4D Kabupaten Belu, Kamis (5/2/2026).

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menekan angka penularan HIV dan AIDS, sekaligus meningkatkan kualitas hidup ODHIV di Kabupaten Belu. Fokus utama diarahkan pada penguatan koordinasi antar perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, lembaga swadaya masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga komunitas dampingan.

Kepala BP4D Kabupaten Belu, Fredrikus L. Bere Mau, menegaskan bahwa peran pimpinan perangkat daerah sangat krusial dalam memperkuat kebijakan, perencanaan program, serta dukungan anggaran dan regulasi yang berpihak pada pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS.

“Isu HIV dan AIDS membutuhkan kerja kolaboratif. Tidak bisa ditangani oleh satu sektor saja, melainkan harus melibatkan berbagai pihak dengan peran dan kapasitas masing-masing,” ujarnya.

Fredrikus juga mengingatkan bahwa data kasus HIV dan AIDS kerap diibaratkan seperti fenomena gunung es. Angka yang tercatat belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di masyarakat, karena masih banyak kasus yang belum terdeteksi akibat stigma, diskriminasi, serta rendahnya kesadaran untuk melakukan tes HIV secara rutin.

“Kita perlu menanamkan semangat kemitraan dan kolaborasi. Mengentaskan satu persoalan besar harus dilakukan bersama lintas sektor,” tegasnya.

Dalam konteks nasional, pemerintah pusat dan daerah telah menetapkan target Three Zero HIV 2030, yakni nol infeksi baru, nol kematian akibat AIDS, dan nol stigma serta diskriminasi. Untuk itu, pendekatan promotif dan preventif, pengurangan stigma, serta perluasan akses layanan kesehatan yang ramah dan berkelanjutan menjadi prioritas utama.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Bathseba H. Corputty, menyampaikan bahwa tujuan umum pengendalian HIV AIDS adalah menghentikan epidemi AIDS di Indonesia pada tahun 2030. Berdasarkan data tahun 2025, tercatat sebanyak 463 ODHIV tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Belu.

“Kelompok risiko tertinggi pada 2025 berasal dari pasangan berisiko tinggi (RISTI) sebanyak 22 kasus, sementara penemuan kasus baru HIV AIDS sepanjang 2025 mencapai 54 kasus,” jelasnya.

Sementara itu, Areal Manager CD Bethesda YAKKUM Kabupaten Belu, Almada Lasi, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung upaya pemerintah daerah, khususnya melalui pendampingan komunitas, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta perluasan layanan kesehatan.

“Kami akan mendukung layanan kesehatan melalui pelatihan tenaga kesehatan dan memperluas akses layanan, termasuk penambahan enam fasilitas layanan kesehatan,” ungkap Almada.

CD Bethesda YAKKUM juga akan terus mendorong pelaksanaan on the job training bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu dan Dinas Kesehatan Provinsi.

Melalui sinergi lintas stakeholder yang berkelanjutan, pengendalian HIV dan AIDS diharapkan semakin efektif, menjangkau kelompok sasaran secara luas, serta mewujudkan masyarakat Belu yang sehat, inklusif, dan bebas stigma, sejalan dengan target nasional dan global.

sumber: Infopublik.id

What's your reaction?

Related Posts

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *