Kemon.id, Lumajang – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Lumajang menjadi langkah strategis dalam mengendalikan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Dalam pelaksanaannya di Kantor Kecamatan Lumajang, Rabu (11/2/2026), Pemkab Lumajang menyalurkan puluhan ton bahan pangan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Komoditas yang disediakan meliputi 5 ton beras, 1.200 liter minyak goreng, 1 ton gula pasir, 1 ton telur ayam, 200 kilogram bawang putih, 200 kilogram bawang merah, 150 kilogram cabai rawit, serta 150 kilogram cabai merah besar.
Volume distribusi tersebut dirancang untuk menjangkau kebutuhan masyarakat secara luas sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di tingkat konsumen.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, mengatakan penyediaan bahan pokok dalam jumlah besar merupakan langkah terukur untuk menyeimbangkan sisi pasokan dan permintaan.
“Penyediaan bahan pangan pokok dalam volume besar dan harga terjangkau bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam gejolak harga di pasar. Antusiasme masyarakat menjadi indikator bahwa kebijakan ini tepat sasaran,” ujarnya.
Respons warga yang tinggi menunjukkan selisih harga yang ditawarkan melalui GPM berdampak nyata terhadap pengeluaran harian, khususnya pada komoditas strategis yang kerap mengalami kenaikan harga.
Selain membantu masyarakat secara langsung, GPM juga berfungsi sebagai mekanisme pengendalian harga tidak langsung. Tambahan pasokan di tingkat konsumen dinilai mampu mengurangi tekanan kenaikan harga di pasar, sehingga stabilitas harga pangan daerah tetap terjaga.
Pemkab Lumajang menegaskan komitmennya untuk menjadikan GPM sebagai program berkelanjutan yang adaptif terhadap dinamika harga dan kebutuhan masyarakat. Dengan memperluas jangkauan serta memperkuat distribusi, GPM diharapkan terus menjadi penopang ketahanan pangan daerah sekaligus instrumen perlindungan sosial bagi warga Lumajang.
sumber: Infopublik.id
















